Yaps itu kata-kata yang memotivasi saya, untuk selalu mengoreksi setiap tindakan yang kita lakukan. Apakah saya pantas memakai cara-cara ini untuk kesuksesan yang lebih besar. Seringkali saya merasa bahwa saya tidak sepandai mereka yang lebih baik dari saya, saya kurang ini, saya kurang sana. Sehingga fondasi alasan yang saya bangun itu membenarkan bahwa saya tidak mampu sama seperti mereka bahkan lebih baik dari mereka, sejak saya lahir banyak sifat yang kurang baik sudah ternanam dalam diri saya seperti pendiam, sehingga merupakan pekerjaan berat untuk merubah sifat itu. Setelah saya berpikir jauh Apakah pendiam merupakan sifat yang menjadikan kita pantas untuk kesuksesan yang lebih besar lagi? Apakah kesuksesan itu sudah ternanam bagi mereka yang memiliki sifat periang sejak kecil?? Ahhhh kalau seperti itu Tuhan tidak adil donk buat saya ( saya berpikir seperti itu). Tuhan tidak menciptakan produk gagal kan? Oleh karena itu saya bukan produk gagalnya Tuhan dunk??? Berarti saya bisa memperbaiki sifat saya juga kan??? Yapzz pekerjaan itu sampai sekarang saya jalani bagaimana melatih diri untuk lebih baik lagi.
Saya mendengar dan terus terpikirkan kata2 seorang bijak, dia berkata kesuksesan merupakan target yang bergerak, sehingga kita harus dinamis dalam mengejar kesuksesan itu, entah seberapa besar tembok penghalang itu yang membuat kita teralihkan terhadap kesuksesan itu. Tembok penghalang yang sebenarnya secara tidak sadar kita bangun seperti penakut, orang yang selalu mengeluh terhadap keadaan hari ini, pernah saya mendengarkan cerita dari adik saya yang mengatakan Dia bertemu dengan seorang yang sebut saja Mr X, yang merupakan lulusan dari Perguruan Tinggi Negeri di Bandung, Mr X tersebut seorang yang tidak mampu dengan pekerjaan orang tuanya sebagai tukang tambal ban dan seorang penjual. Semasa kuliah orang tersebut serba kekurangan sampai-sampai pernah suatu kejadian dia mengambil sebuah kardus mie di sebuah warung ( dalam pikir saya” beruntung sekali saya hari ini, karena walaupun saya seorang mahasiswa dan tidak kekurangan untuk makan sehari hari di kostn, walaupun ya pas pasan lah buat di tabung hehehe) Dengan kekurangan seperti itu, tidak membuat dia merasa minder atau bersedih,dia tetap kuat dan optimis. Sekarang orang tersebut sudah bekerja di BUMN ternama di Indonesia, dan memiliki rumah besar dan mobil. Adik Saya mengatakan pernah dia datang ke warung yang dia ambil mienya itu, untuk membeli mie dan kembalian mie yang masih banyak itu di berikan sebagai pengganti mie yang di ambilnya tempo dulu, walaupun dia tidak mengatakan untuk pengganti mie yang telah dia ambil, mungkin karena malu hehehehe gak pa2 yang penting dah diganti juga kan>>>
Dia mengatakan, terpaksa melakukan itu karena dia tidak memiliki uang untuk makan…. Waw pilihan yang susah antara makan dan tidak hehe. Cerita inspiratif yang menambah pandangan saya dalam mengelola hidup ini, selalu bersyukur terhadap keadaan sekarang karena banyak sekali mereka yang susah untuk makan bahkan tempat tinggal pun tidak punya. Yapz rasa syukur dengan tindakan seperti bersyukur heemmm maksudnya apa tuh?? Yahh tindakan bersyukur dengan memakai uang dengan tepat dan berbagi juga kepada saudara yang tidak mampu. Sekarang yang menjadi tugas utama saya belajar, supaya mendapat nilai yang baik dengan kelulusan yang tepat waktu, sehingga saya mendapat pekerjaan yang baik nanti. Iyappss Hidup dan hidup sesuatu yang tidak bisa hanya di pikirkan saja melainkan berani bertindak dengan pedoman yang ke Tuhanan ( kaya pidato presiden yahhh?/?/ hehe).
Terakhir kata pak Mario “ Bertindaklah untuk menjadi pantas terhadap kesuksesan anda,dan perhatikan apa yang terjadi” Kata-kata perhatikan merupakan proses melihat hasil dari setiap tindakan kita,, Mau hasil yang baik, Bertindaklah sesuai harapan anda!!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar